| Renungan Minggu XIV |
|
Damai besertamu
Minggu Biasa XIV Lukas 10:1-12, 17-20 Sepasang suami istri baru selesai belanja di suatu pusat perbelanjaan dan kembali ke mobilnya yang ada di tempat parkir dan hendak pulang. Tetapi mereka terkejut menemukan pintu mobil tidak terkunci. Dan di jok depan mereka menemukan tulisan di atas kertas yang berbunyi, “Bapak/ibu, sebenarnya saya bermaksud banget untuk mencuri mobilmu tetapi niat itu saya urungkan setelah melihat stiker di dalam mobil bapak/ibu yang bertuliskan, “Damai besertamu.” Stiker itu membuat saya terhenti dan merenung serta berpikir seandainaya saya jadi mencuri mobilmu maka tidak akan ada damai dalam hatimu. Di sisi lain, saya juga tidak akan merasakan kedamaian dalam hati karena ini juga rencana pencurianku yang pertama. Jadi, damai sertamu dan sertaku juga. Hati-hati di jalan dan lain kali jangan lupa mengunci pintu mobilmu!” Ttd Pencuri mobil yang urung Yesus meminta para muridnya untuk menyampaikan salam damai sejahtera bagi penghuni ruamah yang mereka kunjungi, damai dari Yesus Kristus. Damai itu akan tinggal bagi orang yang berkenan sama seperti pencuri mobil yang urung, berkenan menerima damai yang berbicara padanya melalui stiker dan karnanya dia tidak jadi mencuri. Apakah yang dimaksud dengan “Damai Kristus” dan apa-apa unsure-unsurnya? Kitab suci memakai istilah Damai untuk menggambarkan empat hal: 1. Damai yang menggambarkan kealpaan perang 2. Damai yang menggambarkan ketenangan dalam hati 3. Damai yang menggambarkan hubungan kita dengan Allah Damai yang menggambarkan hubungan kita yang harmonis dengan Allah, sesama dan diri sendiri. Inilah yang dimaksud dengan Damai Kristus. Kalau kita layak menerima damai Kristus berarti kita berusaha hidup dalam keharmonisan dengan Allah, sesama dan diri sendiri
Damai Kristus besertamu!. Rm, Deriks A. Turnip,CICM |