| Renungan MG BIASA XV (C) |
|
SIAPAKAH SESAMAKU
( Ul 30:10-14; Kol 1:15-20; Luk 10:25-37) Sering kali kita keliru memahami siapakah sesamaku. Pandangan salah kaprah tentang sesamaku adalah pandangan dan perhatian hanya kepada mereka yang sepaham, satu bangsa, satu iman, satu suku atau segolongan dan ada kedekatan. Salah kaprah mengenai sesamaku ini awalnya adalah pandangan yang ditekankan para ahli Taurat. Di mana orang-orang Yahudi membuat kelompok sesama mereka, yang dikenal dan mengenal termasuk di dalamnya para imam dan orang-orang Lewi. Relasi yang menguntungkan kehidupan ekonomi, atau pun orang yang mendukung status dan kedudukan ahli Taurat. Hal ini sangat bertentangan dengan pandangan dan harapan Yesus. Yesus menghendaki agar saling mengasihi satu sama lain seperti mengasihi dirinya sendiri. Yesus menegaskan bahwa dalam berbuat kasih kepada Allah dan sesama jangan hanya memperhitungkan kelompoknya sendiri atau yang sepaham dengannya. Cinta kepada sesama ialah, menyatakan dan membuktikan diri sebagai teman bagi yang lain – lebih-lebih terhadap orang yang dianggap musuh. Yesus pernah berkata: “Kasihilah musuhmu, dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu. Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu. Berdoalah bagi orang yang mencaci-maki kamu.” |