( Ul 30:10-14; Kol 1:15-20; Luk 10:25-37) Sering kali kita keliru memahami siapakah sesamaku. Pandangan salah kaprah tentang sesamaku adalah pandangan dan perhatian hanya kepada mereka yang sepaham, satu bangsa, satu iman, satu suku atau segolongan dan ada kedekatan.
Salah kaprah mengenai sesamaku ini awalnya adalah pandangan yang ditekankan para ahli Taurat. Di mana orang-orang Yahudi membuat kelompok sesama mereka, yang dikenal dan mengenal termasuk di dalamnya para imam dan orang-orang Lewi. Relasi yang menguntungkan kehidupan ekonomi, atau pun orang yang mendukung status dan kedudukan ahli Taurat.
Sepasang suami istri baru selesai belanja di suatu pusat perbelanjaan dan kembali ke mobilnya yang ada di tempat parkir dan hendak pulang. Tetapi mereka terkejut menemukan pintu mobil tidak terkunci. Dan di jok depan mereka menemukan tulisan di atas kertas yang berbunyi, “Bapak/ibu, sebenarnya saya bermaksud banget untuk mencuri mobilmu tetapi niat itu saya urungkan setelah melihat stiker di dalam mobil bapak/ibu yang bertuliskan, “Damai besertamu.” Stiker itu membuat saya terhenti dan merenung serta berpikir seandainaya saya jadi mencuri mobilmu maka tidak akan ada damai dalam hatimu. Di sisi lain, saya juga tidak akan merasakan kedamaian dalam hati karena ini juga rencana pencurianku yang pertama. Jadi, damai sertamu dan sertaku juga. Hati-hati di jalan dan lain kali jangan lupa mengunci pintu mobilmu!”
Dalam rangka membekali para Pengurus Lingkungan khususnya para Pamong Sabda di Paroki Santa Bernadet Ciledug, maka akan diadakan Pelatihan (workshop) yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan para Pamong Sabda agar bisa menjadi Fasilitator yang mampu membuat kegiatan pendalaman Iman menjadi menarik.
Para Bapak Uskup, para imam, bruder, suster dan saudara-saudari umat seluruh Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih. Pada hari Selasa tanggal 29 Juni 2010 yang lalu, telah dirayakan Perayaan Ekaristi, dengan ujud pokok merayakan pesta Rasul St. Petrus dan Paulus sambil bersyukur, genap saya 27 tahun mengemban tugas sebagai Uskup. Tetapi karena permohonan pengunduran diri saya sebagai Uskup Agung Jakarta telah dikabulkan oleh Paus Benedictus XVI dan telah diumumkan secara resmi pada hari Senin tanggal 28 Juni 2010 Pk. 12.00 waktu Roma atau Pk. 17.00 WIB, maka dalam Perayaan Syukur tadi Bp. Uskup Agung Koajutor diresmikan menjadi Uskup Agung Jakarta yang baru. Memang demikianlah proses resminya, yaitu segera setelah permohonan pengunduran diri saya sebagai Uskup Agung Jakarta dikabulkan oleh Bapa Suci dan resmi diumumkan, saat itu juga Uskup Agung Koajutor resmi menggantikan saya, menjadi Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta.
Hari Minggu, 4 Juli 2010 Yes 66:10-14c; Gal 6:14-18; Luk 10:1-12.17-20
Mengingat tuaian sangat banyak, tetapi pekerja sedikit, maka Yesus mengutus tujuh puluh murid lainnya. Mereka diutus untuk mewartakan damai sejahtera kepada semua orang, menyembuhkan orang sakit dan memberitahukan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Sebelum berangkat melaksanakan perutusan itu mereka diberi nasihat dengan teliti agar para murid dapat menghasilkan buah perutusan yang berlimpah.
Pada hari ini, Senin, 28 Juni 2010, jam 12.00 waktu kota Roma (= jam 17.00 Waktu Indonesia Barat), diumumkan secara resmi, bahwa Bapa Suci, Paus Benediktus XVI, telah mengabulkan permohonan pengunduran diri Bapak Julius Kardinal Darmaatmadja S.J, sebagai Uskup Agung Jakarta. Dengan dikabulkan permohonan pengunduran diri Bapak Julius Kardinal Darmaatmadja S.J., maka Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta, menjadi Uskup Agung Jakarta.