Akan diadakan pertemuan Lansia Tanggal : Selasa, 15 Juni 2010 Pukul : 09.30 Di Kapel Kesusteran Sang Timur Acara : Ibadat Sabda dimohon partisipasi umat.
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Lukas 19:11-17
Hidup yang dibagi-bagikan
Pada malam sebelum Yesus meninggalkan para muridNya, Ia mengadakan makan bersama dengan mereka, selayaknya acara perpisahan. Tetapi Yesus ingin meninggalkan sesuatu pada mereka, yakni kehadiranNya tapi dalam bentuk lain. Yesus memberikan mereka roti dan anggur sambil berkata, “Inilah Tubuhku, inilah Darahku. Makan dan minumlah. Lakukanlah ini tuk mengenangkan Daku.” Dengan makan dan minum Tubuh dan Darah Yesus, Yesus menjadi satu dengan murid-muridNya karna roti dan anggur menjadi tubuh bagi para murid. Dengan itu Yesus selalu hadir dalam diri para murid. Jadi dengan menyambut Tubuh Kristus, kita menyambut kehadiran Kristus dalam diri kita. Kita menjadi satu denganNya dan itulah kehadiranNya yang paling nyata dalam hidup kita.
Hari Minggu, 6 Juni 2010 Kej 14:18-20; 1 Kor 11:23-26; Luk 9:11b-17
Seseorang yang mengundang pesta pasti sudah memperkirakan berapa banyak tamu undangan yang akan hadir. Makanan yang akan dihidangkan juga sudah disiapkan sesuai berapa orang yang akan datang. Karena bagi yang berhalangan datang akan memberitahukan ketidakhadirannya agar para tamu merasa senang dan pestanya menjadi meriah. Selanjutnya tidak akan terjadi kekurangan atau kelebihan makanan yang dihidangkan. Ini terjadi di kota-kota besar zaman sekarang. Lain halnya di desa-desa kebiasaan ini belum umum. Pernah terjadi bahwa dalam suatu pesta pernikahan, si panitia kecewa karena yang hadir hanya sedikit, sehingga banyak makanan terbuang. Sebaliknya pernah terjadi juga panitia dibuat kalang kabut karena yang datang melebihi undangan.
Seorang pastor pergi ke salon langganannya untuk potong rambut. Disana, seperti biasa, dia dilayani oleh Johan yang adalah seorang katolik. Johan mempersiapkan peralatannya sambil menanyakan kabar dari pastor yang sudah dia kenal lama. Keduanya biasa tukar cerita dan berkelakar sambil Johan memotong rambut pastor itu. Tetapi kali ini entah apa yang merasuki pikirannya, Johan memulai diskusi yang rada serius. “Pastor, omong-omong doktrin Tritunggal Mahakudus itu membingungkan saya,” katanya. “Saya juga,” kata pastor itu. “Maksud saya pastor, mengenai hubungan antara Bapa dan Anak dalam Tritunggal. Pasti ada saat dimana tidak ada Anak karena tidak ada anak setua bapaknya.” “Johan, kamu mencampur adukkan kekekalan dengan waktu. Dalam kekekalan tidak ada istilah tua atau muda. Allah adalah kekal jadi tidak mengalami muda atau tua. Manusia ada dalam peredaran waktu sehingga mengalami proses muda dan tua. Nah, kapankah seseorang menjadi bapak? Tentunya ketika dia memiliki seorang anak. Sepanjang segala masa Bapa itu disebut Bapa karena ada Anak. Dengan kata lain Anak itu juga adalah kekal abadi,” jelas pastor itu penuh dengan semangat.
Seringkali saya ditanya kenapa berdoanya dengan menyebut Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Ya, saya memang menyembah Allah Tritunggal Mahakudus. Allah yang "berhakikat satu dan berpribadi tiga". Misteri Tritunggal Mahakudus merupakan sebuah rumusan keyakinan bukan untuk bahan debat serang-menyerang, melainkan untuk direnungkan.
Akan dibentuk komunitas Pencinta Rajutan yang mengunakan Hakken dan Breien, kita akan saling tukar informasi dan motif rajutan serta saling belajar bersama untuk menambah pengetahuan tentang rajutan. Mohon kepada para wanita baik OMK para ibu dan Lansia yang mencintai Rajutan dapat menghubungi Ibu Ida Contact Person 08161334220.