Yesus yang selama hidupnya setia kepada Bapa-Nya dan cinta-Nya dicurahkan kepada manusia, harus wafat karena dosa manusia.
Di saat-saat akhir hidup-Nya para sahabat-sahabat-Nya satu-persatu meninggalkan Dia. Pada saat Ia kesepian membutuhkan teman semuanya pergi menjauh daripada-Nya. Tentu sangat menderita dan pedih hati-Nya, takala perjamuan malam Yudas meninggalkan Dia. Yudas mencium Dia untuk menunjukkan kepada para serdadu bahwa Dialah orangnya. Tidak hanya itu Petrus murid kesayangan-Nya menyangkal Dia, bahkan sampai tiga kali, “Aku tidak kenal orang itu.”
Dalam Kamis Putih ini kita diajak untuk merenungkan dua hal penting, yaitu makna perjamuan malam terakhir dan pembasuhan kaki para murid yang dilakukan oleh Yesus. Cinta-Nya yang begitu besar kepada para murid, sebelum Ia pergi diwujudkan dengan makan dan minum bersama. Bahkan makan dan minum-Nya diangkat menjadi tanda diri-Nya sendiri, yang selalu ingin bersama dengan para murid. Bukan itu saja, cinta Yesus kepada para murid-Nya diwujudkan dengan membasuh kaki mereka.
Sebelum sengsaraNya, Yesus memasuki kota Yerusalem dan disambut meriah oleh orang-orang Jerusalem. Mereka menyambut Yesus dengan sorak-sorai karena mereka melihat dalam diri Yesus seorang pembela kamu miskin dan berdosa, seorang yang berwibawa dan punya kuasa, seorang yang bisa mengubah nasib manusia, seorang yang mampu mengadakan perbuatan ajaib dan seorang penyelamat. Mereka sangat takjub akan Dia dan ingin menjadikan Dia raja. Tetapi disisi lain ada sekelompok orang yang merasa terancam akan kehadiran Yesus, apalagi dengan sambutan orang-orang yang begitu meriah. Mereka adalah kaum Farisi, imam-imam dan ahli taurat. Mereka menghasut orang banyak untuk berbalik melawan Yesus dengan berbagai tuntutan seperti penghojatan akan Allah dan pelanggaran hukum taurat. Mereka berhasil menghasut orang banyak dan mulailah sengsara Yesus, sengsara yang mengungkapkan kesombongan dan keangkuhan manusia.
Yes 50:4-7; Flp 2:6-11; Luk 22:14-23:56 atau 23:1-49
Betapa kesal dan marah hati kita, bila tidak bersalah tetapi dipaksa mengaku salah dan berurusan dengan pengadilan?
Hal ini terjadi pada diri Yesus yang dihadapkan kepada Pilatus untuk diadili. Yesus tidak bersalah tetapi harus mengaku salah, dituduh menghasut rakyat dengan ajaran-ajaran-Nya. Walau tidak terbukti bersalah tetapi karena desakan orang banyak Ia harus menghadapi hukuman mati dan memanggul salib, mendapat siksaan, cercaan, cambuk duri dan dicemooh, dihujat serta diludahi. Yesus diperlakukan sebagai penjahat tetapi Ia tidak marah dan kesal, tetapi hanya diam.
Hai........Sobat-sobat remaja wilayah datang yuk....!!! rame-rame untuk merayakan Paskah dalam pertemuan perdana Bina Iman Remaja Paroki Santa Bernadet, Ciledug yang diselenggarakan pada tgl. 11 April 2010, Jam 10.00, diaula Santa Angelina. Pendaftaraan terakhir tgl.05 April 2010, usia BIR 10 s/d 15 tahun. Untuk pendaftaran bisa lewat sekretariat Paroki atau Lily Hp. 916 63 697. Daftar Segera Yach....
RENUNGAN PRAPASKAH V (C)
MELIHAT DIRI DAN MEMBINA DIRI
Yes 43:16-21; Fil 3:8-14; Yoh 8:1-11
Dalam diskusi ringan membahas masalah dosa; salah seorang peserta diskusi bertanya kepada yang lain. “Adakah di antara kita ini yang tidak berdosa?’ Semua menjawab: “Wah tidak ada!” Kalau begitu semuanya berdosa. (Rm 3:23) Dari percakapan itu saya jadi sadar bahwa, ”Ketika saya melihat kesalahan orang lain, pada saat yang sama saya sadar bahwa kesalahan saya lebih besar daripada kesalahan mereka.”